MODAL
KERJA
Menurut J. Fred Weston dan Thomas E.Copeland Modal
kerja adalah selisih antara aktiva lancardengan hutang lancar. Dengan demikian
modal kerja merupakan investasi dalam kas, suratsurat berharga, piutang dan
persediaan dikurangi hutang lancar yang digunakan untuk melindungi aktiva lancer.
Pentingnya pengelolaan
Modal kerja :
1. Manajer keuangan sebagian besar waktunya untuk operasi
internal sehari-hari perusahaan.
2. Aktiva lancar merupakan bagian yang cukup besar dari
total aktiva.
3. Pengelolaan modal kerja khususnya penting bagi perusahaan
kecil.
4. Pertumbuhan penjualan mempunyai hubungan yang erat dan
langsung dengan investasi dalam bentuk aktiva lancar.
Kelebihan modal kerja :
1. Melindungi kemungkinan terjadinya krisis keuangan guna
membenahi modal kerja yang diperlukan.
2. Merencanakan dan mengawasi rencana perusahaan menjadi
rencana keuangan di dalam jangka pendek.
3. Menilai kecepatan perputaran modal kerja dalam arti yang
menyeluruh.
4. Membayar atau memenuhi kewajiban jangka pendek sesuai
dengan jatuh tempo.
5. Memperoleh kredit sebagai sumber dana guna memperbesar
pemenuhan kebutuhan kekayaan aktiva lancar.
6. Memberikan pedoman yang sehingga tidak terdapat keraguan
manajemen guna memperoleh efisiensi yang baik.
Kelemahan Modal Kerja :
1. Kelebihan atas modal kerja mengakibatkan kemampuan laba
menurun sebagai akibat lambatnya perputaran dana perusahaan.
2. Menimnbulkan kesan bahwa manajemen tidak mampu
menggunakan modal kerja secara efisien.
3. Jika modal kerja tersebut dipinjam dari bank maka
perusahaan mengalami kerugian dalam membayar bunga.
Terdapat
tiga konsep definisi modal kerja yaitu :
1. Konsep kuantitatif
Menggambarkan keseluruhan
(jumlah) dari aktiva lancar, dimana aktiva lancer ini sekali berputar dan dapat
kembali kebentuk semula dalam jangka waktu pendek (modal kerja bruto –Gross
working capital)
2. Konsep kualitatif
Merupakan selisih antara
aktiva lancer diatas hutang lancar, atau meripakan sebagian dari aktiva lancar
yang benar-benar dapat digunakan untuk membiayai operasi perusahaan tanpa
menunggu likuiditas (modal kerja netto –net working capital).
3. Konsep fungsional
Menitik beratkan pada
fungsi dari pada dana dalam menghasilkan pendapatan income dari usaha pokok
perusahaan (Menghasilkan pendapatan pada periode akuntasi dan periode masa
depan).
Tujuan Manajemen Modal
Kerja
v Mengelola aktiva lancar dan hutang lancar agar terjamin
jumlah net working capital yang layak diterima (acceptable) yang menjamin
tingkat likuiditas badan usaha.
Sebab Perubahan Modal Kerja :
1.
Adanya kenaikan sector modal baik yang berasal dari laba
maupun adanya pengeluaran modal saham atau tambahan investasi dari pemilik
perusahaan maka modal kerja akan bertambah.
2.
Ada pengurangan atau penurunan aktiva tetap yang
diimbangi dengan bertambahnya aktiva lancar karena adanya penjualan aktiva
tetap maupun melalui proses depresiasi,modal kerja kan bertambah.
3.
Ada penambahan hutang jangka panjang baik dalam bentuk
obligasi, hipotek, atau hutang jangka panjang lainnya yang diimbangi dengan
bertambahnya aktiva lancar, maka modal kerja akan bertambah.
4.
Karena kerugian yang diderita oleh perusahaan, baik
kerugian normal maupun kerugian exidentil.maka akan mengurangi modal kerja.
5.
Adanya pembentukan dana atau pemisahan aktiva lancar
untuk tujuan-tujuan tertentu dalam jangka panjang.maka akan mengurangi modal
kerja.
6.
Adanya penambahan atau pembelian aktiva tetap maka akan
mengurangi modal kerja
7.
Pengambilan uang atau barang yang dilakukan oleh pemilik
perusahaan untuk kepentingan pribadi.
Analisis
Perubahan pendapatan
Pengertian Pendapatan
Pendapatan
adalah jumlah uang yang diterima oleh perusahaan dari aktivitasnya, kebanyakan
dari penjualan produk dan/atau jasa kepada pelanggan. Bagi investor, pendapatan
kurang penting dibanding keuntungan, yang merupakan jumlah uang yang diterima
setelah dikurangi pengeluaran. Pertumbuhan pendapatan merupakan indikator
penting dari penerimaan pasar dari produk dan jasa perusahaan tersebut.
Pertumbuhan pendapatan yang konsisten, dan juga pertumbuhan keuntungan,
dianggap penting bagi perusahaan yang dijual ke publik melalui saham untuk
menarik investor.
Sumber pendapatan :
1. Transaksi modal atau pendanaan yang mengakibatkan
adanya tambahan dana yang ditanamkan
oleh pemegang obligasi dan pemegang saham.
2. Laba dari penjualan aktiva yang bukan berupa produk
perusahaan seperti aktiva tetap, surat berharga atau penjualan anak/cabang
perusahaan.
3. Hadiah , sumbangan atau penemuan
4. Revaluasi aktiva
5. Penyerahan produk perusahaan, yaitu aliran hasil
penjualan produk
Kriteria pengakuan
pendapatan
Pengakuan sebagai
pencatatan suatu item dalam perkiraan-perkiraan dan laporan keuangan seperti
aktiva, kewajiban, pendapatan, beban, keuntungan dan kerugian. Pengakuan itu
termasuk penggambaran suatu item baik dalam kata-kata maupun dalam jumlahnya,
dimana jumlah mencakup angka-angka ringkas yang dilaporkan dalam laporan
keuangan. Empat kriteria mendasar yang harus dipenuhi sebelum suatu item dapat
diakui adalah :
1.
Definsi item dalam pertanyaan harus memenuhi definisi
salah satu dari tujuh unsur laporan keuangan yaitu aktiva, kewajiban, ekuitas,
pendapatan, beban, keuntungan dan kerugian.
- Item
tersebut harus memiliki atribut relevan yang dapat diukur secara andal,
yaitu karakteristik, sifat atau aspek yang dapat dikuantifikasi dan
diukur.
- Relevansi
informasi mengenai item tersebut mampu membuat suatu perbedaan dalam
pengambilan keputusan.
- Reliabilitas
informasi mengenai item tersebut dapat digambarkan secara wajar dapat diuji,dan
netral.
Empat kriteria pengakuan di
atas, diterapkan pada semua item yang akan diakui pada laporan keuangan. Namun
SFAC No.5 menyatakan persyaratan yang lebih mengikat dalam hal pengakuan
komponen laba dan pada pengakuan perubahan lainnya dalam aktiva atau kewajiban.
Sebagai tambahan pada empat kriteria pengakuan secara umum yang telah
dijelaskan sebelumnya, pendapatan dan keuntungan umumnya diakui apabila :
a)
Pendapatan dan keuntungan tersebut telah direalisasikan.
b)
Pendapatan dan keuntungan tersebut telah dihasilkan
karena sebagian besar dari proses untuk menghasilkan laba telah selesai.
c)
Pengukuran pendapatan.
Laporan perubahan laba
bruto dan analisisnya
Laba kotor (gross profit)
merupakan selisih antara penjualan dan harga pokok penjualan. Karena itu laba
kotor dipengaruhi oleh harga dan kuantitas penjualan, dan juga harga perolehan
tiap unit produk yang terjual. Dari sisi penjualan, perubahan Laba kotor
dipengaruhi oleh adanya perubahan pada item:
1.
perubahan harga jual per unit produk.
2.
perubahan kuantitas atau volume produk yang dijual atau
dihasilkan.
Dari sisi harga pokok penjualan perubahan
laba kotor dipengaruhi oleh adanya perubahan :
1.
Harga pokok rata-rata per unit produk.
2.
Kuantitas atau volume produk yang dijual.
Berbagai macam bentuk ratio
antar perkiraan di laporan rugi laba sehubungan dengan analisis perubahan
pendapatan
Setiap perusahaan dalam
menjalankan aktivitas atau operasinya sehari-hari selalu membutuhkan modal
kerja (working capital). Modal kerja ini misalnya digunakan untuk membayar upah
buruh, gaji pegawai, membeli bahan mentah, membayar persekot dan
pengeluaran-pengeluaran lainnya yang gunanya untuk membiayai operasi
perusahaan. Untuk mendapatkan gambaran mengenai pengertian dari modal kerja
disini peneliti kemukakan beberapa pendapat :
1. James C Van Harne
(1997:214) menyatakan, bahwa “Modal kerja adalah aktiva lancar dikurangi
kewajiban lancar, dan modal kerja kotor adalah investasi perusahaan dalam
aktiva lancar seperti kas, piutang dan persediaan”.
2. J. Fred Weston Eugene F.
Brigham (1991:157), menyatakan bahwa “Modal kerja adalah investasi perusahaan
dalam harta jangka pendek yaitu kas, surat berharga jangka pendek, piutang dan
persediaan”.
3. Bambang Riyanto (1995:7),
mengemukakan 3 (tiga) konsep pengertian modal kerja yaitu :
a) Konsep kuantitatif. Konsep
ini menunjukan jumlah dana ( fund) yang tersedia untuk tujuan operasi jangka
pendek. Konsep ini menganggap bahwa modal kerja adalah jumlah aktiva lancer (
gross working capital ).
b) Konsep kualitatif. Menitik
beratkan pada kualitas modal kerja menurut konsep ini modal kerja adalah
kelebihan aktiva lancar terhdap hutang lancar ( net working capital ). Sehingga
menunjukan margin of protection ( tingkat keamanan bagi para kreditur jangka
pendek ).
c) Konsep fungsional. Menitik
beratkan fungsi dari dana yang dimiliki dalam menghasilkan laba dari usaha
pokok perusahaan yaitu current income dan future income.
Dari uraian tersebut diatas dapat ditarik
kesimpulan bahwa modal kerja adalah harta yang dimiliki perusahaan yang
dipergunakan untuk menjalankan kegiatan usaha atau membiayai operasional
perusahaan tanpa mengorbankan aktiva yang lain dengan tujuan memperoleh laba
yang optimal.
Tujuan laporan perubahan modal kerja adalah
memberikan ringkasan transaksi keuangan yang terjadi selama satu periode dengan
menunjukan sumber dan penggunaan modal kerja dalam periode tersebut. Laporan
perubahan modal kerja akan memberikan gambaran tentang bagaimana management
mengelolah perputaran atau sirkulasi modalnya.
sumber :: google
sumber :: google
Tidak ada komentar:
Posting Komentar