TUGAS 1
Pengertian Laporan Keuangan
Pada mulanya laporan keuangan bagi pperusahaan hanyalah sebagai “alat penguji” dari pekerjaan bagian pembukuan, tetapi untuk selanjutnya laporan keuangan tidak hanya sebagai alat penguji saja tetapi juga sebagai dasar untuk dapat menentukan atau menilai posisi keuangan perusahaan tersebut, dimana dengan hasil analisis tersebut pihak-pihak yang berkepentingan mengambil suatu keputusan.
Menurut Myer dalam bukunya Financial Statement Analysis bahwa yang dimaksud laporan keuangan adalah “Dua daftar yang disusun oleh Akuntan pada akhir periode untuk seatu perusahaan. Kedua daftar itu adalah daftar neraca atau daftar posisi keuangan dan daftar pendapatan atau daftar rugi-laba”.
Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Laporan keuangan adalah bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi :
- Neraca
- Laporan laba rugi
- Laporan perubahan ekuitas
- Laporan perubahan posisi keuangan yang dapat disajikan berupa laporan arus kas atau laporan arus dana
- Catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan.
Unsur yang berkaitan secara langsung dengan pengukuran posisi keuangan adalah aktiva, kewajiban,dan ekuitas. Sedangkan unsur yang berkaitan dengan pengukuran kinereja dalam laporan laba rugi adalah penghasilan dan beban. Laporan posisi keuangan biasanya mencerminkan berbagai unsur laporan laba rugi dan perubahan dalam berbagai unsur neraca.
Laporan keuangan dipersiapkan atau dibuat dengan maksud unyuk memberikan gambaran atau laporan kemajuan (Progress Report) secara periodik yang dilakukan pihak manajemen yang bersangkutan. Jadi laporan keuangan adalah bersifat historis dan menyeluruh dan sebagai suatu progress report laporan keuangan terdiri dari data-data yang merupakan hasil dari suatu kombinasi anatara fakta yang telah dicatat, prinsip-prinsip dan kebiasaan-kebiasaan didalam akuntansi dan pendapat pribadi.
Tujuan Laporan Keuangan
Menurut PSAK (2004) tujuan laporan keuangan untuk tujuan umum adalah menyediakan informasi yg menyangkut posisi keuangan suatu perusahaan yg bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi serta menunjukkan kinerja yg telah dilakukan manajemen (stewardship) atau pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumber-sumber daya yg dipercayakan kepadanya.
Dalam rangka mencapai tujuan tersebut suatu laporan keuangan menyajikan informasi mengenai perusahaan meliputi:
- Aktiva
- Kewajiban
- Ekuitas
- Pendapatan dan beban termasuk keuntungan
- Arus kas
Informasi tersebut di atas beserta informasi lain yg terdapat dalam catatan laporan keuangan membantu pengguna laporan dalam memprediksi arus kas masa depan khusus dalam hal waktu dan kepastian diperoleh kas dan setara kas.
Syarat-syarat Laporan Keuangan
Syarat laporan keuangan laporan yang baik harus memenuhi kriterua sebagai berikut :1. Relevan artinya bahwa informasi yang dijadikan harus ada hubungan dengan pihak-pihak yang memerlukan untuk mengambil keputusan.
2. Dapat dimengerti artinya bahwa laporan keuangan yang disusun berdasarkan secara jelas dan mudah difahami oleh para pemakainya.
3. Daya uji artinya bahwa laporan keuangan yang disusun berdasarkan konsep-konsep dasar akuntansidan prinsip-prinsip akuntansi yang dianut, sehingga dapat diuji kebenarannya oleh pihak lain.
4. Netral artinya bahwa laporan keuangan yang disajikan bersifat umum, objektif dan tidak memihak pada kepentingan pemakai tertentu.
5. Tepat waktu artinya bahwa laporan keuangan harus di sajikan tepat pada waktunya .
6. Daya banding artinya bahwa perbandingan laporan keuangan dapat diadakan baik antara laporan perusahaan dalam tahun tertentu dengan tahun sebelumnya atau laporan keuangan perusahaan tertentu dengan perusahaan lain pada tahun yang sama.
7. Lengkap artinya bahwa laporan keuangan yang disusun harus memenuhi syarat-syarat tersebut diatas dan tidak menyesatkan pembaca.
Keterbatasan Laporan Keuangan
Beberapa keterbatasan laporan keuangan, antara lain :
- Laporan Keuangan yang dibuat secara periodik.
Pada dasarnya merupakan interim report (laporan yang dibuat antara waktu tertentu yang sifatnya sementara) dan bukan merupakan laporan yang final.
- Laporan Keuangan menunjukkan angka dalam rupiah.
Laporan keuangan yang kelihatannya bersifat pasti dan tepat, tetapi sebenarnya dasar penyusunannya dengan standar nilai yang mungkin berbeda atau berubah-ubah.
- Laporan Keuangan disusun berdasarkan hasil pencatatan transaksi keuangan atau nilai rupiah dari berbagai waktu tanggal yang lalu.
Dimana daya beli (purchasing power) uang tersebut semakin menurun, dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, sehingga kenaikan volume penjualan yang dinyatakan dalam rupiah belum tentu menunjukan atau mencerminkan unit yang dijual semakin besar, mungkin kenaikan itu disebabkan naiknya harga jual barang tersebut yang mungkin juga diikuti kenaikan tingkat harga-harga.
- Laporan Keuangan tidak dapat mencerminkan berbagai faktor yang dapat mempengaruhi posisi atau keadaan keuangan perusahaan.
Karena faktor-faktor tersebut tidak dapat dinyatakan dengan satuan uang (dikwantifisir), misalnya reputasi dan prestasi perusahaan, adanya beberapa pesanan yang tidak dapat dienuhi atau adanya kontark-kontrak pembelian maupun pembelian maupun penjualan yang telah disetujui, kemampuan serta integritas manajernya dan sebagainya.
Pengaruh Laporan Keuangan Terhadap Pemeriksaan Laporan
Penganalisaan atau penilaian terhadap posisi atau keadaan keuangan dan perkembangannya suatu perusahaan dapat dilakukan oleh dua pihak, yaitu pihak yang ada didalam perusahaan (internal analis) dimana mereka ini bebas untuk memilih data-data akuntansi secara terperinci dan memperoleh laporan keuangan dalam bentuk yang asli. Sedangkan pihak kedua adalah external analisi, yaitu pihak-pihak lain diluar perusahaan yang tidak berwenang melihat data-data secara terperinci. Karena hal-hal yang demikian maka kita disamping harus menyadari adanya keterbatasan yang dimiliki oleh laporan keuangan, juga harus memperhatikan apakah laporan keuangan tersebut sudah diperiksa oleh Akuntan Umum (public accountant) atau belum.
Suatu laporan keuangan yamg sudah diperiksa (diaudit) oleh Akuntan Umum lebih penting, karena laporan tersebut telah dibandingkan atau dicocokan dengan catatan-catatan akuntansinya oleh akuntan yang berbeda (independent) terhadap manajemen perusahaan. Akuntan umum setelah mengadakan penelitian dengan standar dan prosedur pemeriksaan yang lazim, akan memberikan pendapatnya akan kewajaran laporan keuangan yang disajikan oleh perusahaan, bahwa laporan tersebut telah sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang lazim dan telah diterapkan secara konsisten dari tahyn ke tahun.
Data Keuangan Bank Aman Periode Tahun 2000-2002 (Dalam Jutaan Rupiah) | |||||
Keterangan | Periode | ||||
2000 | 2001 | 2002 | |||
Kas | 26.724 | 18.646 | 239.280 | ||
Total Deposito | 54.324 | 178.192 | 474.599 | ||
Total Kredit | 39.508 | 315.728 | 653.134 | ||
Total Aktiva | 447.985 | 589.951 | 933.864 | ||
Surat Berharga | 322.557 | 2488.000 | 0 | ||
Modal Sendiri | 3588.545 | 373.875 | 408.1884 | ||
Aktiva Tetap | 37.781 | 51.580 | 71.252 | ||
Laba Tahun Berjalan | 172 | 15.331 | 16.704 | ||
Pendapatan Operasional | 848 | 48.252 | 124.141 |
Biaya Operasional | 32.997 | 3.215 | 100.018 |
Pendapatan Non Operasional | 158 | 5.079 | 1.445 |
Biaya Non OPerasional | 6 | 1 | 51 |
Hasil Analisis
Dari Segi Likuiditas :
Rasio | Periode | ||
2000 | 2001 | 2002 | |
Quick Ratio | 49,19% | 10,46% | 50,41% |
Banking Ratio | 72,72% | 177,1% | 137,61% |
Loan To Assets Ratio | 8,81% | 53,51% | 69,93% |
Dari Segi Solvabilitas :
Rasio | Periode | ||
2000 | 2001 | 2002 | |
CAR | 88,59% | 57,17% | 51,58% |
Primary Ratio | 57,17% | 63,377% | 43,70% |
Capital Ratio | 907,5% | 118,41% | 62,49% |
Dari Segi Rentabilitas:
Rasio | Periode | ||
2000 | 2001 | 2002 | |
ROA | 0,0383% | 2,59% | 1,78% |
ROE | 0,047% | 44,10% | 4,09% |
GPM | (3791,15%) | 93,33% | 19,43% |
Dari Segi Effiensi:
Rasio | Periode | ||
2000 | 2001 | 2002 | |
Leverage Multipler Ratio | 124,9% | 157,79% | 228,78% |
AUR | 0,224% | 9,03% | 13,44% |
Operating Ratio | 3891,86% | 6,66% | 80,60% |
sumber : google, buku analisis laporan keuangan
merit casino【Malaysia】dunay casino
BalasHapusmerupakan 카지노 casino,dunay casino,dunay casino,dunay casino,dunay casino,dunay casino,dunay 메리트카지노 casino,dunay casino,dunay casino,dunay casino,dunay casino,dunay casino,dunay casino,dunay 바카라